0821-7772-3494 pojokpintartanjabar@gmail.com Kuala Tungkal - Tanjab Barat

Obat Rindu Menuju Badai Pasti Berlalu

Tanjabbar_SMPN 4 – Seiring dengan wabah corona yang melanda seluruh dunia, khususnya di .Indonesia sudah hampir setengah tahun menjalani masa pandemik. Aturan masa pandemik yang tidak boleh mengumpulkan masa lebih dari lima orang dan aturan aturan lainnya yang membatasi ruang gerak untuk beraktifitas di luar rumah. Pembatasan ini pun berpengaruh pada penyelenggaraan pendidikan, sehingga program pendidikan boleh di katakan untuk satu semester kegiatan mengajar tatap muka tidak terlaksana.

Selama masa pandemik menjelang badai berlalu kegiatan belajar mengajar dialihkan dengan pola belajar dalam jarringan ( Daring) atau Luar Jaringan ( Luring). P.elaksanaan kegiatan bisa berupa pemberian tugas melalui Whatsap atau belajar langsung melalaui zoom meeeting ( daring), sedangkan untuk Luring berupa pemberian tugas dari buku pelajaran atau LKS dari guru mata pelajaran. Namun perlu di ketahui kita tidak bisa menutup mata bahwa pembelajaran melalui daring atau luring belum membuahkan hasil yang di harapkan.

Hal ini di sebabkan tidak semua anak memiliki HP Android, kalau pun punya belum tentu mampu membeli paket internet.

Memang sekarang kita berada di abad milenial namun pemenuhan finansial belum mendukung sepenuh nya. Di daerah perkotaan mungkin sudah ada jaringan internet tapi di pedesaan belum sepenuhmya menikmati jaringan internet. otomatis sekolah sekolah di pedesaan sulit untuk melaksanakan belajar melalui Daring. Untuk kegiatan Luring, bila siswa mengalami kesulitan dalam pemahaman materi jarang jarang bisa ketemu dengan gurunya karena itu peran orang yang memiliki kompeten sangat di butuhkan.

RUDIANTO Kepala SMP N 4 Betara Tanjung Jabung Barat Jambi, selama masa pandemik sudah ada bebrapa anak yang mengirim SMS dan mendatangi rumah kediaman nya,yang menanyakan kapan kita belajar di sekolah. Pertanyaan pertanyaan tersebut Cuma di jawab tunggu lah sampai badai berlalu. Anak anak juga bosan terlalu lama berdiam di rumah, bersemedi, bertapa menungggu wangsit kapan badai corona berlalu.

Mereka juga sudah rindu untuk melihat tangan tangan guru menari nari dengan spidol nya di papan tulis, mereka juga rindu ingin dengar suara merdu gurunya yang suka ngoceh di kelas. Dan yang tak kalah pentingnya mereka juga sudah rindu dengan teman temannya.

Menyikapi wacana pemerintah untuk hidup New Normal, merupakan suatu keterpaksaan hidup yang suka tak suka harus hidup berdampingan dengan covid 19, kita tidak boleh takut dan panik. Selama kita rajin mencuci tanagan sesuai dengan aturan kesehatan, jaga jarak, Menggunakan Masker, menghindari kontak langsung.

Untruk menyiasati New normal agar kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah dapat terlaksana walaupun tidak maksimal kususnya di daerah yang bukan zona merah maka perlu dilakukan dan dipersiapkan :

1. Penyemprotan Di infestan minimal semingggu 3 kali

2 .Pengadaan tempat cuci tangan lengkap dengan sabun nya dengan menggunakan air mengalir di depan kelas masing masing

3.Menjaga kebersihan lingkungan sekolah secara menyeluruh.

4. Untuk mengetahui siswa yang sehat sebaiknya perlu diadakan Rapid Tes

5. Sosialisasi bahwa virus dapai berpindah melalui makanan, maka anak di anjurkan membawa bekal makanan dari rumah.

6. Pengadaan alat pengukur suhu badan

Bila komponen komponen diatas sudah terpenuhi, maka kita tentukan alokasi materi pelajaran, jumlah rombel,jadwal pelajaran dan tehnis pelaksanaan. Dalam kondisi new normal kita tidak bisa mematok target kurikulum tetapi kita berupaya agar anak tetap bisa belajar tatap muka di sekolah walaupun tidak maksimal.

Khusus untuk mata pelajaran di SMP ada 10 mapel . masing masing kita pukul rata seminggu satu jam tatap muka untuk setiap rombel satu mapel. Untuk menghindari kerumunan masa tiap kelas di bagi tiga kelompok rombongan belajar.

Sebagai contoh misal kan kelas tujuh di bagi tiga kelompok rombel . maka tempat belajarnya bisa menggunakan ruangan kelas delapan dan ruangan kelas sembilan begitu pula sebaliknya. Untuk kelas delapan dan sembilan . Dan untuk masing masing kelas kegiatan belajar tatap muka di laksanakan 2 kali semingu. Setiap hari ada 5 jam tatap muka untuk lima mapel Contoh jadwal sebagai berikut :

kelas senin selasa rabu kamis jumat sabtu
VII TM TR TR TM TR TR
VIII TR TM TR TR TM TR
IX TR TR TM TR TR TM
TM = Tatap muka
Ada 5 Mapel
TR = Tugas Rumah

Jadwal diatas itu baru menentuan penetapan hari menurut tingkatan kelas, untuk perkelas belum di pecah atas tiga kelompok rombel . untuk sekolah kecil yang rombel 3 dan ruangan kelas 3 di pecah menjadi sembilan rombel rosternya bisa dibuat satu lembar ( 1 karton ) tetapi bagaimana dengan sekolah yang memiliki 20 rombel dengan 20 ruang kelas kalau di pecah menjadi 60 rombel. Maka sebaiknya rosternya di buat 3 buah menurut tingkatan kelas.
Melalui pola ini setiap anak dapat bertatap muka dengan guru mapel nya walaupun seminggu sekali itu pun hanya satu jam. waktu yang sedikit ini bisa di maanfatkan sebaik mungkin dan selebihnya berupa pemberian tugas yang bisa dikerjakan di rumah. Kegiatan tatap muka disesuaikan dengan perkembangan covid-19, bila berangsur landai bisa tiga hari seminggu denagn jumlah kelompok belajar 2 rombel tiap kelas dan seterusnya sampai normal 6 hari seminggu.

Sebagai seorang guru, aku juga rindu dengan canda tawa murid muridku yang lugu. Aku memaklumi apa uang kamu inginkan.

Tidak ada akar rotan pun jadi, tidak perlu muluk muluk yang penting berarti. Satu kata dari guruku telah membuka cakrawala ku, satu goresan tulisan guruku telah membangkitkan semangatku. Bukan daring yang ku dambakan tetapi goresan tangan di papan tulis dan ocehan suara merdu guruku sangat ku dambakan sebagai obat rindu menuju badai berlalu.

Oleh RUDIANTO

(Kepala SMPN 4 Betara Tanjung Jabung Barat)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Hubungi Kami